Jumat, 20 Januari 2012

laporan praktikum jembatan wheatstone


Laporan Praktikum




Nama/NPM                              : Mulyani/ 11210020
Fak/Prog.studi                        : Teknik
Group & kawan kerja              : Novi Dyah Cahyani
No & nama percobaan              : Modul 3, Jembatan Wheatstone
Minggu percobaan                   : Ke-4
Tanggal percobaan                  : 29 Desember 2011






Laboratorium Fisika Dasar
UPP IPD
Universitas Indonesia



Modul 3. Jembatan Weatstone


Prinsip Dasar

Jembatan Wheatstone adalah sebuah rangkaian jembatan dengan nilai R, R dan R yang sudah diketahui. Sedangkan R adalah hambatan yang besarnya tidak diketahui.
Prinsip dasar dari jembatan wheatstone adalah keseimbangan. Sifat umum dari arus listrik adalah arus akan mengalir menuju polaritas yang lebih rendah. Jika terdapat persamaan polaritas antara kedua titik maka arus tidak akan mengalir dari kedua titik tersebut. Dalam rangkaian dasar jembatan wheatstone penghubung kedua titik tadi disebut sebagai jembatan wheatstone.
Sebuah konduktor homogen dengan panjang [m] dan luas penampang A [m2] dan hambatan jenis kawat penghantar ρ [Ωm] akan memiliki besar hambatan sebesar
                   


Peralatan
1.   1 kawat geser 1m
2.   1 resistor 100 Ω, 1kΩ
3.   1 Galvanometer
4.   1 catu daya DC
5.   1 hambatan standar
6.   1 set kabel koneksi
7.   1 kawat penghantar

Prosedur percobaan
A.   Mengukur besar hambatan tunggal dan dalam rangkain seri dan parallel
1.   Periksa rangkaian yang digunakan seperti pada Gbr. 1 ! pastikan koneksi dalam keadaan baik !
2.   Tentukan nilai hambatan geser (R) sebesar 100Ω dan pilih salah satu nilah R yang akan diukur. Catat gelang warna pada hambatan tersebut !
3.    Nyalakan rangkaian dan atur kawat geser sehingga galvanometer menunjukkan angka nol. Catat panjang l dan l !
4.   Ubah nilai hambatn geser sebesar 200, 300, hingga 700Ω dan catat perubahan l dan l.
5.   Ganti hambatan R (Rₓ₂) yang lain dan lakukan langkah no 2 sampai 5 !
6.   Susun keduan hambatan R yang sudah diukur dalam rangkaian seri dan rangkaian parallel. Ukur besar hambatan rangkaian dengan metode diatas ! (Belum sempat melakukan percobaan ini)
B.   Menentukan hambatan jenis kawat penghantar
1.   Berdasarkan Gbr. 1, ganti kotak R dengan kawat penghantar !
2.   Catat panjang dan diameter kawat penghantar yang akan diukur !
3.   Carilah besar hambatan dari kawat penghantar dengan menggunakan metode percobaan A ! Pilih terlebih dahulu besar hambatan R pada kotak hambatan standar (missal R = 1Ω)
4.   Ukurlah hambatan kawat penghantar untuk panjang kawat yang berbeda-beda (minimal 5 panjang kawat) !

Data hasil percobaan 1
R(no)
₁/
R
Rx
1
16.5
83.5
0.20
100
19.8
10
90
0.11
200
22.2
6
94
0.06
300
19.1
4.9
95.1
0.05
400
20.6
5.5
96.5
0.06
500
28.5
2.5
97.5
0.03
600
15.4
2
98
0.02
700
14.3



R(no)
₁/
R
Rx
2
23
77
0.30
100
29.9
12
88
0.14
200
27.3
8.5
91.5
0.09
300
27.9
6
94
0.06
400
25.5
5
95
0.05
500
26.3
3.9
96.1
0.04
600
24.3
3
97
0.03
700
21.6




R(no)
₁/
R
Rx
3
23.8
76.2
0.31
100
31.2
13
87
0.15
200
29.9
9
91
0.10
300
29.7
6.3
93.7
0.07
400
26.9
5
95
0.05
500
26.3
4
96
0.04
600
25
3
97
0.03
700
21.6



R(no)
₁/
R
Rx
4
25.1
74.9
0.34
100
33.5
14
86
0.16
200
32.6
10
90
0.11
300
33.3
7
93
0.08
400
30.1
5.3
94.7
0.06
500
28
4.8
95.2
0.05
600
30.3
3.8
96.3
0.04
700
27.6




R(no)
₁/
R
Rx
5
33
77
0.43
100
42.9
18.5
81.5
0.23
200
45.4
12.8
87.2
0.15
300
44
9.5
90.5
0.10
400
42
8
92
0.09
500
43.5
6.3
93.7
0.07
600
40.3
3.2
96.8
0.03
700
23.1




R(no)
₁/
R
Rx
6
37.5
62.5
0.60
100
60
22
78
0.28
200
56.4
15
85
0.18
300
52.9
12
88
0.14
400
54.5
9.5
90.5
0.10
500
52.5
8
92
0.09
600
52.2
7
93
0.08
700
52.7



R(no)
₁/
R
Rx
7
47
53
0.89
100
88.7
30
70
0.43
200
85.7
21.9
78.1
0.28
300
84.1
16.5
83.5
0.20
400
79
13.5
86.5
0.16
500
78
11.2
88.5
0.13
600
75.9
10
90
0.11
700
77.8






No .
Gelang warna
Besar Hambatan (Ω)
1
Merah, abu-abu, hitam
28
2
Merah, ungu, hitam
27
3
Orange, hitam, hitam
30
4
Orang, orange, hitam
33
5
Kuning, ungu, hitam
47
6
Hijau, biru, hitam
56
7
Putih, merah, hitam
92






PEMBAHASAN

          Berdasarkan data da hasil seperti diatas, ada beberapa data yang tidak sesuai dengan literarur atau bisa dikatakan menyimpang.
Penyimpangan data tersebut dikarenakan pada awal awal melakukan percobaan, penyusunan rangkaian salah sehingga sempat ditak mendapatkan hasil yang diinginkan.  Dan karena percobaan yang selanjutnya dilakukan secara terburu-buru, maka  data yang didapat pun tidak akurat.


KESIMPULAN


Kesimpulan yang bisa kita tarik dari teori jembatan wheatstone adalah :
1. Tegangan yang diukur pada dua titik yang mempunyai polaritas yang sama adalah 0 volt.
2. Tegangan pada jembatan adalah selisih tegangan antara kedua polaritas tersebut.
3. Arus akan mengalir dari titik jembatan yang berpolaritas tinggi ke titik yang berpolaritas rendah.
4. Arus yang mengalir pada dua titik yang mempunyai polaritas yang sama adalah 0 ampere.

Prinsip dari metode jembatan wheatstone :
1.   Hubungan antara resisitivitas dan hambatan, yang berarti setiap penghantar memiliki besar hambatan tertentu. Dan juga mementukan hambatan sebagai fungsi dari perubaahan suhu.
2.   Hokum ohm yang menjelaakan hubungan antara hambatan, tegangan dan arus listrik. Yang mana besar arus yang mengalir pada galvanometer diakibatkan adanya suatu hambatan.
3.   Hokum kirchoff 1 dan 2, yang mana sesuai dari hokum ini menjelaskan hambatan dalam keadaan seimbang karena besar arus pada ke-2 ujung galvanometer sama besar sehingga saling meniadakan.





DAFTAR PUSTAKA


UPPIPD UI, Pedoman Praktikum Fisika Dasar,  Lab. Fak MIPA UI, Depok, 2011.
                   
electronicandlife.blogspot.com/psinsip-dasar-jembatan wheatstone
marausna.wordpress.com/2010/05/13/jembatan-wheatstone/
www.scribd.com › School Work  Essays & Theses
lfd.fmipa.itb.ac.id/artikel/modul_interaktif/modul_2_f/teori.html



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar